Bek Liverpool, Jamie Carragher membela rekan setimnya, Luis Suarez. Menurutnya, media-media di Inggris terlalu melebih-lebihkan berita mengenai gigitan Suarez terhadap bek Chelsea, Branislav Ivanovic.
Insiden Suarez menggigit Ivanovic terjadi di tengah-tengah laga antara Liverpool menghadapi Chelsea di Stadion Anfield, akhir pekan lalu menjadi pembicaraan hangat. Partai sengit tersebut berkesudahan dengan hasil imbang 2-2.
Kendati lolos dari penglihatan wasit, Suarez langsung dikenakan denda oleh The Reds sebesar 200 ribu poundsterling atau Rp 2,9 miliar. Striker timnas Uruguay itu juga kemungkinan akan didakwa FA dengan hukuman berat, yakni selama tujuh pertandingan.
Carragher mengakui insiden tersebut benar-benar mencoreng nama besar klub sekelas Liverpool. Namun, dirinya menilai ada lebih banyak hal buruk yang bisa terjadi di atas lapangan hijau.
“Tak bisa disangkal gigitan itu cukup mengejutkan, dan setiap orang yang melihatnya akan terkejut. Namun, apakah itu lebih buruk dibanding sebuah kekerasan yang bisa mengakhiri karir seseorang?” tulis Carragher di Daily Mail.
“Saya tahu bagaimana rasanya patah kaki oleh tekel yang menyeramkan. Lucas Neill membuat saya absen selama enam bulan pada September 2003 ketika dia bermain bagi Blackburn. Apakah saya lebih suka digigit? Tentu saja,” lanjut bek veteran berusia 35 tahun tersebut.
“Saya kira Branislav Ivanovic, yang telah bermain dengan penuh pujian setelah pertandingan, akan setuju,” tandasnya.

















